HEMATOLOGI
•Pengertian
Darah
Darah merupakan
bagian dari tubuh yang jumlahnya 6-8% dari berat badan total. Darah berbentuk
cairan yang berwarna merah dan agak kental. Darah adalah cairan yang ada pada
manusia sebagai alat transportasi berfungsi untuk mengirimkan zat-zat dan
oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil
metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.
Warna merah itu keadaannya tidak tetap tergantung pada banyaknya oksigen dan
karbondioksida didalamnya. Adanya oksigen dalam darah diambil dengan jalan
bernafas dan zat ini sangat berguna pada peristiwa pembakaran atau metabolisme
di dalam tubuh.
Darah adalah
jaringan tubuh yang berbeda dengan jaringan tubuh lain, beradadalam konsistensi
cair, beredar dalam suatu sistem tertutup yang dinamakansebagai pembuluh darah
dan berfungsi sebagai sarana transpor, alat homeostasisdan alat pertahanan.
Darah dibagi menjadi dua bagian yaitu sel darah dan cairandarah. Sel darah
terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan keping
sel (trombosit). Cairan darah yang terpisah dari sel darah yaitu plasma atau serum.
•Volume darah
Volume darah di
dalam tubuh manusia kurang lebih 1/14 atau 8% dari berat badan. 55% dari
jumlah/volume darah merupakan plasma darah. Volume plasma darah terdiri dari
90% berupa air dan 10% berupa larutan protein, glukosa, faktor koagulasi, ion
mineral, hormon dan karbon dioksida.
•Komposisi
Darah
Darah terdiri
dari 55% Plasma Darah (bagian cair darah) dan 45% Korpuskuler (bagian padat
darah).
1. Plasma Darah (Bagian Cair Darah)
Plasma darah
adalah salah satu penyusun darah yang berwujud cair serta mempengaruhi sekitar
5% dari berat badan manusia. Plasma darah memiliki warana kekuning-kuningan
yang didalamnya terdiri dari 90% air, 8% protein, dan 0,9% mineral, oksigen,
enzim, dan antigen. Sisanya berisi bahan organik, seperti lemak, kolestrol,
urea, asam amino, dan glukosa.
Plasma darah
merupakan cairan darah yang berfungsi untuk mengangkut dan mengedarkan
sari-sari makanan ke seluruh bagian tubuh manusia, dan mengangkut zat sisa
metabolisme dari sel-sel tubuh atau dari seluruh jaringan tubuh ke organ
pengeluaran.
Di dalam plasma
darah terdapat beberapa protein terlarut yaitu:
a) Albumin berfungsi untuk memelihara
tekanan osmotic
b) Globulin berfungsi untuk membentuk zat
antibody
c) Fibrinogen adalah sumber fibrin yang
berfungsi dalam proses pembekuan darah.
2. Korpuskuler (Bagian Padat Darah)
Korpuskuler
terdiri dari tiga bagian:
1.
Sel Darah Merah
(Eritrosit)
Sel darah merah atau yang juga disebut eritrosit berasal dari bahasa
Yunani yaitu, erythos yang berarti merah dan kytos yang berarti selubung/sel.
Eritrosit merupakan bagian sel darah yang mengandung hemoglobin (Hb).
Hemoglobin adalah biomolekul yang mengikat oksigen. Sedangkan darah yang
berwarna merah cerah dipengaruhi oleh oksigen yang diserap dari paru-paru. Pada
saat darah mengalir ke seluruh tubuh, hemoglobin melepaskan oksigen ke sel dan
mengikat karbondioksida. Jumlah hemoglobin pada orang dewasa kira-kira 11,5-15
gram dalam 100 cc darah. Normal Hb wanita 11,5 mg% dan laki-laki 13,0 mg%. Sel
darah merah memerlukan protein karena strukturnya terdiri dari asam amino dan
memerlukan pula zat besi, sehinnga diperlukan diet seimbang zat besi. Di dalam
tubuh banyaknya sel darah merah ini bisa berkurang, demikian juga banyaknya
hemoglobin dalam sel darah merah. Apabila kedua-duanya berkurang maka keadaan
ini disebut animea, yang biasanya disebabkan oleh pendarahan hebat, penyakit
yang melisis eritrosit, dan tempat pembuatan eritrosit terganggu.
Sel darah merah hanya mampu bertahan selama 120 hari. Proses dimana
eritrosit diproduksi dimaksud eritropoiesies. Sel darah merah yang rusak
akhirnya akan pecah menjadi partikel-partikel kecil di dalam hati dan limpa.
Sebagian besar sel yang rusak dihancurkan oleh limpa dan yang lolos akan
dihancurkan oleh hati. Hati menyimpan kandungan zat besi dari hemoglobin yang
kemudian diangkut oleh darah ke sumsum merah tulang untuk membentuk sel darah
merah yang baru. Sumsum merah tulang memproduksi eritrosit, dengan laju
produksi sekitar 2 juta eritrosit per detik. Produksi dapat distimulasi oleh
hormon eritoprotein (EPO) yang disintesa ginjal. Hormon ini sering digunakan para
atlet dalam suatu pertandingan sebagai doping. Saat sebelum dan sesudah
meninggalkan sumsum tulang belakang, sel yang berkembang ini dinamakan
retikulosit dan jumlahnya sekitar 1% dari semua darah yang beredar.
2. Sel
Darah Putih (Leukosit)
Sel darah putih
(leukosit) jauh lebih besar daripada sel darah merah. Namun jumlah sel darah
putih jauh lebih sedikit daripada sel darah merah. Pada orang dewasa setiap 1
mm3 darah terdapat 6.000-9.000 sel darah putih. Tidak seperti sel darah merah,
sel darah putih memiliki inti (nukleus). Sebagian besar sel darah putih bisa
bergerak seperti Amoeba dan dapat menembus dinding kapiler. Sel darah putih
dibuat di dalam sumsum merah, kelenjar limfa, dan limpa (kura).
Sel darah putih
memiliki ciri-ciri, antara lain tidak berwarna (bening), bentuk tidak tetap
(ameboid), berinti, dan ukurannya lebih besar daripada sel darah merah.
Berdasarkan ada tidaknya granula di dalam plasma, leukosit dibagi:
a. Leukosit Bergranula
(Granulosit)
• Neutrofil adalah sel darah putih yang paling banyak yaitu sekitar
60%. Plasmanya bersifat netral, inti selnya banyak dengan bentuk yang
bermacam-macam dan berwarna merah kebiruan. Neutrofil bertugas untuk memerangi
bakteri pembawa penyakit yang memasuki tubuh. Mula mula bakteri dikepung, lalu
butir-butir di dalam sel segera melepaskan zat kimia untuk mencegah bakteri
berkembang biak serta menghancurkannya.
• Eosinofil adalah leukosit bergranula dan bersifat fagosit.
Jumlahnya sekitar 5%. Eosinofil akan bertambah jumlahnya apabila terjadi
infeksi yang disebabkan oleh cacing. Plasmanya bersifat asam. Itulah sebabnya
eosinofil akan menjadi merah tua apabila ditetesi dengan eosin. Eosinofil
memiliki granula kemerahan. Fungsi dari eosinofil adalah untuk memerangi
bakteri, mengatur pelepasan zat kimia, dan membuang sisa-sisa sel yang rusak.
• Basofil adalah leukosit bergranula yang berwarna kebiruan.
Jumlahnya hanya sekitar 1%. Plasmanya bersikap basa, itulah sebabnya apabila
basofil ditetesi dengan larutan basa, maka akan berwarna biru. Sel darah putih
ini juga bersifat fagositosis. Selain itu, basofil mengandung zat kimia anti
penggumpalan yang disebut heparin.
b. Leukosit Tidak
Bergranula (Agranulosit)
• Limfosit adalah leukosit yang tidak memiliki bergranula.
Intiselnya hampir bundar dan terdapat dua macam limfosit kecil dan limfosit
besar. 20% sampai 30% penyusun sel darah putih adalah limfosit. Limfosit tidak
dapat bergerak dan berinti satu. Berfungsi sebagai pembentuk antibodi.
• Monosit adalah leukosit tidak bergranula. Inti selnya besar dan
berbentuk bulat atau bulat panjang. Diproduksi oleh jaringan limfa dan bersifat
fagosit.
Leukosit yang berperan penting terhadap kekebalan tubuh ada dua
macam:
a) Sel Fagosit
Sel fagosit akan
menghancurkan benda asing dengan cara menelan (fagositosis). Fagosit terdiri
dari dua macam:
1) Neutrofil,
terdapat dalam darah
2) Makrofag,
dapat meninggalkan peredaran darah untuk masuk kedalam jaringan atau rongga
tubuh
b) Sel Limfosit
Limfosit terdiri
dari:
1) T Limfosit (T sel),
yang bergerak ke kelenjar timus (kelenjar limfa di dasar leher)
2) B Limfosit (B Sel)
Keduanya dihasilkan oleh sumsum tulang dan diedarkan ke seluruh
tubuh melalui pembuluh darah, menghasilkan antibodi yang disesuaikan dengan
antigen yang masuk ke dalam tubuh. Seringkali virus memasuki tubuh tidak
melalui pembuluh darah tetapi melalui kulit dan selaput lendir agar terhindar
dari lukosit. Namun sel-sel tubuh tersebut tidak berdiam diri. Sel-sel tersebut
akan menghasilkan interferon suatu protein yang dapat memproduksi zat
penghalang terbentuknya virus baru (replikasi). Adanya kemampuan ini dapat
mencengah terjadinya serangan virus.
3. Trombosit (Keping Darah)
Dibandingkan
dengan sel darah lainnya, keping darah memiliki ukuran yang paling kecil,
bentuknya tidak teratur, dan tidak memiliki inti sel. Keping darah dibuat di
dalam sumsum merah yang terdapat pada tulang pipih dan tulang pendek. Setiap 1
mm3 darah terdapat 200.000 – 300.000 butir keping darah. Trombosit yang lebih
dari 300.000 disebut trombositosis, sedangkan apabila kurang dari 200.000
disebut trombositopenia. Trombosit hanya mampu bertahan 8 hari. Meskipun
demikian trombosit mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses pembekuan
darah.
Pada saat kita mengalami luka, permukaan luka tersebut akan menjadi
kasar. Jika trombosit menyentuh permukaan luka yang kasar, maka trombosit akan
pecah. Pecahnya trombosit akan menyebabkan keluarnya enzim trombokinase yang
terkandung di dalamnya. Enzim trombokinase dengan bantuan mineral kalsium (Ca)
dan vitamin K yang terdapat di dalam tubuh dapat mengubah protombin menjadi
trombin. Selanjutnya, trombin merangsang fibrinogen untuk membuat fibrin atau
benang-benag. Benang-benang fibrin segera membentuk anyaman untuk menutup luka
sehingga darah tidak keluar lagi.
Gangguan darah dapat memengaruhi salah satu dari tiga komponen
utama darah, yaitu:
•Sel darah merah
Sel darah merah berfungsi membawa oksigen ke jaringan tubuh.
Gangguan darah pada sel darah merah yang paling sering terjadi adalah anemia.
Orang dengan anemia memiliki jumlah sel darah merah yang rendah. Meski pada
kondisi yang ringan anemia seringkali tidak menyebabkan gejala, namun anemia
tidak dapat dianggap enteng. Karena jika tidak diatasi, anemia bisa berkembang
menjadi lebih berat dan menyebabkan kelelahan, kulit pucat, dan sesak napas.
•Sel darah putih
Sel darah putih berfungsi sebagai salah satu sistem pertahanan
tubuh untuk melawan infeksi. Gangguan yang umum memengaruhi sel darah putih
adalah karena infeksi bakteri dan virus, penyakit kronis, serta leukemia atau
kanker darah, di mana sel darah putih menjadi ganas dan berkembang di dalam
sumsum tulang. Adapun gangguan lainnya adalah limfoma, multiple myeloma, dan
sindrom mielodisplasia.
•Trombosit
Dikenal juga sebagai keping darah, sel darah ini berfungsi untuk
membantu proses pembekuan darah. Perubahan jumlah trombosit dapat dipengaruhi
oleh berbagai hal, ketika jumlah trombosit meningkat, kondisi tersebut dikenal
sebagai trombositosis, sedangkan jumlah trombosit yang menurun disebut juga
trombositopenia. Beberapa kondisi yang bisa memengaruhi jumlah trombosit di
antaranya adalah Idiopathic Trombocytopenic Purpura (ITP) dan juga demam
berdarah dengue.
Pemeriksaan Hematologi
Pemeriksaan
hematologi dilakukan untuk berbagai macam fungsi, antara lain untuk menilai
kondisi kesehatan secara umum, juga untuk melihat adanya tanda-tanda infeksi
dan beragam penyakit. Pemeriksaan hematologi juga memiliki peranan penting
dalam prosedur donor darah serta transfusi darah.
Ada banyak
jenis pemeriksaan hematologi yang bisa dilakukan. Salah satunya yaitu
pemeriksaan darah lengkap. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk menilai kondisi
darah secara keseluruhan dan membantu diagnosis anemia, penyakit peradangan,
memantau kehilangan darah, infeksi, bahkan untuk mendeteksi kanker.
Pemeriksaan darah lengkap meliputi:
-
Hemoglobin
-
Hematokrit
-
Jumlah sel darah merah berikut
dengan volumenya
-
Sel darah putih berikut dengan
hitung jenisnya
-
Trombosit
d Pertanyaan
1. Apa manfaat dari dilakukanya pemeriksaan hematologi?
2. Apa penyebab dari gangguan darah?
3. Jelaskan fungsi dari sel-sel darah
d Pertanyaan
1. Apa manfaat dari dilakukanya pemeriksaan hematologi?
2. Apa penyebab dari gangguan darah?
3. Jelaskan fungsi dari sel-sel darah
Terimakasih atas artikelnya, sangat bermanfaat sekali
ReplyDeletesama-sama terimakasih kak telah menyempatkan waktu mengunjungi blog saya, semoga bermanfaat:)
DeleteTerimakasih atas artikelnya, sangat bermanfaat sekali
ReplyDeletesama-sama terimakasih kak telah menyempatkan waktu mengunjungi blog saya, semoga bermanfaat:)
DeleteWah bermanfaat sekali artikelnya, saya akan mencoba menjawab permasalahan no 1.
ReplyDeletePemeriksaan hematologi bermanfaat untuk menjadi tolak ukur apakah seseorang dapat menjalani pengobatan. Terutama untuk pengobatan yang mampu mempengaruhi sel darah, seperti aspirin, dan juga apakah mampu menjalani tindakan medis seperti pembedahan/operasi.
Semoga membantu .
Baik, benar terimakasih kak atas jawabannya, sangat membantu sekali:)
DeleteTerimakasih ilham atas artikelnya, sangat bermanfaat sekali:)
ReplyDeletesama-sama terimakasih kak telah menyempatkan waktu mengunjungi blog saya, semoga bermanfaat:)
DeleteTerimakasih atas artikelnya sangat bermanfaat sekališ
ReplyDeletesama-sama terimakasih kak telah menyempatkan waktu mengunjungi blog saya, semoga bermanfaat:)
DeleteTerimakasih ilham atas artikelnya, sangat bermanfaat sekali:)
ReplyDeletesama-sama terimakasih kak telah menyempatkan waktu mengunjungi blog saya, semoga bermanfaat:)
DeleteTerimakasih atas artikelnya sangat bermanfaat sekali, saya ingin mencoba menanggapi pertanyaan no 3
ReplyDeleteDarah memiliki beberapa sel yang memiliki fungsi sebagai berikut:
1. Plasma Darah
Plasma darah berfungsi untuk mengangkut sari-sari makanan ke seluruh sel-sel tubuh dan mengangkut zat-zat sisa metabolisme ke alat pengeluaran
2. Sel Darah Merah
Fungsi utama dari sel darah merah adalah mengikat oksigen dan karbon dioksida. Bagian sel darah merah yang sangat berperan dalam mengikat oksigen adalah hemoglobin.
3. Sel Darah Putih
Sel darah putih berfungsi sebagai antibody. Sel darah putih memiliki sifat fagosit, yaitu dapat mematikan kuman penyakit dengan cara “memakan” kuman tersebut. Untuk menghancurkan kuman penyakit, sel darah putih dapat menembus dinding pembuluh darah.
Baik, benar terimakasih atas jawabannya kak, ada satu lagi fungsi lagi sel darah yaitu
Delete4. Keping-keping Darah
Berfungsi dalam proses pembekuan darah. Pada saat terjadi luka pada permukaan tubuh, komponen darah, yaitu trombosit akan segera berkumpul mengerumuni bagian yang terluka dan akan menggumpal sehingga dapat menyumbat dan menutupi luka.
Terimakasih atas artikelnya, sangat bermanfaat sekali
ReplyDeleteTerimakasih atas materinya. Sungguh bermanfaat
ReplyDeleteTerimakasih atas artikelnya, sangat membantu
ReplyDeletePeran pada sistem hematologi sangat memberikan wawasan pada artikel anda, terimakasih saudara ilham
ReplyDelete